Lewati ke konten utama

Kabel Merah Positif atau Negatif? Ini Penjelasan Lengkapnya

Penjelasan lengkap kabel merah positif atau negatif pada sistem DC dan AC.

Dua ujung kabel listrik berwarna merah dan hitam

Pertanyaan kabel merah positif atau negatif memang sering muncul saat seseorang melakukan instalasi listrik, panel surya, baterai, atau memasang aki kendaraan menggunakan arus searah (DC). Pada sistem tersebut, warna merah umumnya digunakan untuk menandai kutub positif, sedangkan hitam sering digunakan untuk kutub negatif.

Namun, kode warna tersebut tidak bisa diterapkan pada semua jenis instalasi listrik. Pada sistem arus bolak-balik (AC), istilah positif negatif tidak digunakan seperti pada DC karena terdapat penghantar fasa, netral, dan grounding. Maka dari itu, memahami jenis sistem dan standar instalasinya menjadi langkah penting sebelum menentukan fungsi sebuah kabel. 

Artikel ini akan membahas kabel merah positif negatif, mulai dari penggunaannya pada sistem DC dan AC, penerapannya pada kendaraan, cara mengeceknya hingga perbedaan fungsi dan warna kabel lainnya. Selengkapnya, simak pada artikel berikut.

Apa Sebenarnya Warna Kabel Merah itu Positif atau Negatif?

Warna kabel digunakan sebagai tanda pengenal agar fungsi penghantar lebih mudah diketahui saat pemasangan maupun perbaikan. Meski begitu, kode warna dapat berbeda berdasarkan jenis sistem, standar yang digunakan, dan perangkat tempat kabel tersebut dipasang.

Oleh karena itu, jangan langsung menentukan fungsi kabel hanya berdasarkan warnanya. Kenali terlebih dahulu apakah kabel digunakan pada sistem DC atau AC, kemudian cocokkan dengan standar instalasi yang berlaku.

1. Kabel Merah pada Arus DC

Pada sistem DC, pertanyaan kabel merah untuk positif atau negatif umumnya memiliki jawaban yang jelas. Sistem seperti aki kendaraan, perangkat elektronik bertegangan rendah biasanya menggunakan merah untuk positif dan hitam untuk negatif.

Pemberian warna tersebut membantu pengguna membedakan kedua kutub saat melakukan penyambungan. Polaritas pada DC perlu diperhatikan karena membalik kutub dapat menyebabkan perangkat tidak bekerja, mengalami kerusakan, atau menimbulkan percikan pada kondisi tertentu.

Contohnya dapat ditemukan pada aki mobil dan motor. Kabel merah biasanya terhubung ke terminal positif (+), sedangkan kabel hitam terhubung ke terminal negatif (-) atau bagian yang terhubung ke ground kendaraan.

2. Kabel Merah pada Arus AC

Pada instalasi AC, pembahasan kabel warna merah positif atau negatif sebenarnya kurang tepat karena listrik AC tidak memiliki kutub positif dan negatif yang sama dengan sistem DC. Penghantar pada instalasi AC umumnya dibedakan menjadi fasa, netral, dan grounding.

Kode warna penghantar fasa juga dapat berbeda berdasarkan standar yang digunakan. Dalam instalasi listrik bangunan di Indonesia, warna yang digunakan untuk penghantar fasa bisa berupa cokelat, hitam, atau abu-abu, sedangkan warna biru digunakan untuk netral dan hijau-kuning untuk grounding sesuai ketentuan yang berlaku.

Artinya, jika menemukan kabel merah pada instalasi AC, jangan langsung menganggapnya sebagai kabel positif. Fungsi sebenarnya perlu ditentukan berdasarkan standar instalasi, diagram rangkaian, dan hasil pengukuran. Hal ini terutama penting pada instalasi atau rangkaian yang pernah mengalami modifikasi.

3. Kabel Merah pada Kendaraan Bermotor

Kendaraan biasanya menggunakan rangkaian kelistrikan dengan fungsi yang berbeda, sehingga kode warna kabel dapat lebih kompleks dibandingkan instalasi sederhana. Warna merah dapat digunakan pada sejumlah rangkaian, akan tetapi fungsi pastinya bergantung pada brand, model, dan diagram kelistrikan kendaraan.

Untuk rangkaian aki, prinsip kabel merah positif negatif tetap umum digunakan pada sistem, DC. Kabel yang terhubung ke terminal positif baterai biasanya diberi warna merah agar lebih mudah dikenali saat pemasangan atau pun perawatan.

Namun, jangan menggunakan warna sebagai satu-satunya acuan ketika memperbaiki kabel kendaraan. Periksa diagram kelistrikan atau identifikasi terminalnya terlebih dahulu, terutama jika kabel tersebut memiliki kombinasi warna, garis, atau kode tertentu.

Cara Memastikan Polaritas Kabel Merah itu Positif atau Negatif?

Adanya pengidentifikasian warna pada kabel sayangnya tidak selalu membantu kondisi lapangan karena pemasangannya tidak selalu sesuai kode warna seharusnya. Kabel bisa saja diganti, dipasang teknisi yang berbeda, bahkan mengalami perubahan warna akibat usia dan perubahan lingkungan.

Oleh karena itu, Anda bisa melakukan langkah-langkah berikut ini untuk memastikan fungsi kabel sebelum melakukan penyambungan.

1. Menggunakan Multimeter

Multimeter merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mengetahui polaritas pada sistem DC. Anda bisa mengatur alat pada mode pengukuran tegangan DC dengan rentang yang sesuai, kemudian hubungkan probe ke dua penghantar yang ingin diperiksa.

Jika hasil pengukuran menunjukkan nilai tegangan positif, posisi probe sudah sesuai dengan polaritas yang diukur. JIka hasilnya menunjukkan tanda minus, posisi probe terbalik sehingga kutubnya dapat diidentifikasi dengan membalik posisi probe.

Metode ini lebih dapat diandalkan dibandingkan hanya mengidentifikasi lewat warna saja, karena informasinya berdasarkan hasil pengukuran langsung. Pastikan pengukuran dilakukan dengan teknik yang benar dan alatnya disesuaikan pada mode dan jenis sumber listrik.

2. Menggunakan Tespen untuk Instalasi AC

Untuk instalasi AC, tespen dapat digunakan sebagai pemeriksaan awal untuk mengetahui keberadaan tegangan pada penghantar. Jika indikator menyala ketika digunakan sesuai petunjuk alat, maka penghantar tersebut kemungkinan besar adalah fasa.

Namun, tespen tidak dapat digunakan untuk menentukan polaritas positif atau negatif seperti pada sistem DC. Untuk pengerjaan instalasi listrik di rumah atau bangunan, identifikasi fasa, netral, dan grounding sebaiknya dilakukan dengan metode pengukuran yang tepat.

3. Periksa Diagram dan Sumber Listrik

Selain menggunakan alat ukur, perhatikan diagram rangkaian, label terminal, dan dokumentasi produk jika tersedia. Informasi tersebut dapat membantu memastikan fungsi setiap kabel, terutama pada perangkat yang memiliki banyak penghantar dengan warna berbeda.

Jika instalasi tersebut tidak memiliki penandaan yang jelas atau Anda tidak memahami sistemnya, maka sebaiknya jangan melakukan penyambungan secara langsung. Kesalahan identifikasi dapat menyebabkan hubungan pendek, kerusakan perangkat, atau bahaya sengatan listrik.

Perbedaan Kabel Merah, Hitam, Biru, dan Hijau-Kuning

Warna kabel memang dapat menjadi petunjuk mengenai fungsi penghantar, tetapi penerapannya harus selalu dilihat berdasarkan sistem dan standar yang digunakan. Jadi, jangan menentukan fungsi kabel hanya berdasarkan warnanya saja, akan tetapi tetap periksa label, diagram, atau gunakan alat ukur yang sesuai.

Berikut adalah tabel perbedaannya secara ringkas supaya Anda lebih mudah memahaminya.

Warna Kabel

Umumnya Digunakan Untuk

Sistem

Merah

Positif (+)

Arus DC

Hitam

Negatif (-)

Arus DC

Biru

Neutral

Instalasi AC

Coklat/Hitam/Abu-abu

Fasa

Instalasi AC

Hijau-Kuning

Grounding/Pembumian

AC & DC

Pastikan Jenis Kabel dengan Tidak Melihat Warnanya Saja

Secara umum, kabel merah positif negatif pada sistem DC seperti aki, baterai, dan panel surya digunakan untuk menandai kutub positif. Sementar itu, pada sistem AC tidak bisa disebut sebagai kabel positif atau negatif karena penghantarnya terdiri dari fasa, netral, dan grounding dengan kode warna sesuai standar instalasi.

Jadi, jika terdapat pertanyaan kabel merah itu positif atau negatif, maka periksa terlebih dahulu jenis arus dan sistem yang digunakan. Gunakan alat multimeter, periksa diagram atau label terminal, dan jangan melakukan penyambungan jika fungsi kabel belum dapat dipastikan. 

Jika Anda sedang mencari kabel listrik berkualitas dengan standar keamanan yang kelas, material perpipaan, atau perlengkapan pencahayaan untuk kebutuhan rumah atau proyek, kunjungi laman produk putradelima.com. Tersedia berbagai pilihan produk yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan instalasi Anda. Konsultasi sekarang →

Pertanyaan umum

Kabel merah itu plus atau minus?

Pada sistem DC tidak seperti aki dan panel surya, kabel merah biasanya menandakan kutub positif atau plus.

Apakah kabel merah positif atau negatif?

Kabel merah pada sebagianbesar sistem DC bersifat positif, namun pada sistem AC tergantung pada standar instalasi yang digunakan.

Warna kebel positif dan negatif warna apa?

Standar umum menggunakan warna merah untuk positif, dan warna hitam untuk negatif pada sistem DC atau kelistrikan standar pada kendaraan.

Kabel listrik warna merah untuk apa?

Kabel merah biasanya digunakan untuk jalur bertegangan positif pada sistem DC, atau berfungsi untuk keperluan pencahayaan pada instalasi kendaraan.

Apa bedanya kabel merah dan hitam?

Pada sistem DC, kabel merah untuk kutub positif, dan kabel hitam untuk kutub negatif atau ground.

Butuh konsultasi teknis?

Tim kami bantu memilih spesifikasi kabel dan pipa yang tepat sesuai kebutuhan proyek Anda, gratis.

Konsultasi gratis via WhatsApp.